Google
Sany Asyari Blog - Indonesia

Dibalik Nama-nama Kandidat Pengawas Internet

Sany Asyari| September 1, 2007 12:59 am

Sudah lama tidak browsing dan membaca detik-net. kenapa? Banyak hal yang terjadi di hidup ini.. Mulai dari beberapa server kantor down, ex kantor telpon minta backup data hingga nunggu kiriman dari US tentang sertifikat CCNA dan alhamdulillah selesai semua. Ada beberapa yang harus diselesaikan sih, ada tender GPRS (ups…) sama bantuin junior kampus buat situs himma (banyak mintanya, ribet (Canda bro)…

Nah Back to Topic…. pada saat buka-buka berita di detikinet ketemu tentang kandidat pengawas Internet, yaitu :

1. Agung Harsoyo
2. Aris Pramono
3. Bernaridho I. Hutabarat
4. Budi Setianto
5. Ii Ramdani Sidik
6. Muhammad Salahuddien
7. Quintin Kurnia Dikara Barcah
8. Richardus Eko Indrajit
9. Sarwono Sutikno

Dari 9 Orang yang namanya diatas, cuman 2 orang yang kenal (Wong dusun manalah kenal), yaitu QK Dikara Barcah dan R. Eko Indrajit. Kenal dimana ? Ya di paramadina nah.. keduanya merupakan dosen aktif dan terbang.

Nah buat yang tidak kenal mungkin bisa kita bahas disini.  Pak Dikara dan Pak Eko memiliki sifat yang sama persis, yaitu seneng bercerita.. Terlebih menceritakan pengalaman mereka dimasa lalu. Selain itu sifat yang sangat menghargai pekerjaan orang lain membuat diapun jadi sangat dihargai orang lain.

Sosok 2 orang ini memang cocok untuk diancungi jempol terlebih keduanya sosok yang mau share ilmu tanpa memanggil wartawan.

Nah sekarang saya coba mendefenisikan pengawasan internet.   Dari pengalaman mengawasi 1000 user dikantor itu saja sudah susahnya minta ampun, gimana kalau mengawasi jutaan manusia di Indonesia ya. Nah apa saja yah yang diawasi:

1. Kejahatan Internet: Carding (Kartu Kredit), Hacking, OS bajakan, Forum Underground, Situs Porno dan Ilmu PembuatanBOM.

2.  Membaca Chatting dan email yang lewat di trafik Internet Indonesia.

3.  Akses situs underground.

4. Penghasil uang seperti adsense

5. dll

Memang setau saya untuk tahap 2 sudah dilaksanakan, sama seperti line telpon di Indonesia tidak ada yang rahasia. (ops..). Nah yang paling populer memang nomor 1 dan itu terjadi disebagian besar pulau jawa.  Memang sih gampang banget kok (defenisi gampang tergantung dari segi pandangan dan logika seseorang;red) dalam mengawasi internet Indonesia, asal ada log juga ya di warnet.

Yang paling simple bangeeeeeet buat server yang guode banget “kapasitasnya” untuk mencatat log yang mereka akses. Dikantor pernah dibuat seperti in. Berhubung menggunakan IP Private jdnya gampang-gampang aja. Cuman ini pun jadi masalah, karena jelas tidak ada privacy dan semua orang jadi paranoid (sempat 1 bulan semua orang dikantor engga buka dan download situs porno). Tapi itu kembali ke usernya lagi udah merasa tidak disidak (di datengin satu-satu ma ane) mereka kembali berkunjung deh.

Beberapa cara telah dicoba :

1. Sidak langsung ke tersangka -> Kurang efektif, karena tidak ada hukuman.

2. Memblokir situs -> Kurang efektif, karena beberapa situs jadi terblokir jg

3. Memperkecil (C-kek) bandwidth berdasarkan file -> Efektif internet jadi wus-wus.

4. C-kek Bandiwdth berdasarkan port -> Efektif, karena user menganggap masih bisa tapi hanya dikasih 1 bps (bisa apaan tuh..) (port torrent)..

Cuman masih bingung dengan sistem yang lain. Denger-dengar sih bisa pakai suatu alat. Tapi masih belum ketemu. Yang pasti jika memang pengawas internet bisa benar-benar bagus tidak ada lagi situs pemerintah yang bisa di hacker (bisa engga tuh), kasian dan bikin repot jutaan orang tau.. (hasil dari emosi paling dalam).

Maju terus Internet Indonesia, Semoga Indonesia semakin jaya selalu dan menjadi negara terbaik di dunia. Sukses buat Pak dika dan Pak Eko..

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)
2007022802390425