Google
Sany Asyari Blog - Indonesia

Pilkada Jakarta, Diantara Hak Warga yang Hilang

Sany Asyari| July 1, 2007 3:20 pm

Hari ini Minggu, 1 Juli 2007 membaca koran kompas bahwa telah ditetapkan jumlah pemilih tetap sebanyak 5.7 Juta jiwa yang akan ikut berperan dalam pemilhan Gubenur Jakarta. Sempat kaget dan terheran-heran kapan adaya sensus di daerah perumahan saya? Apakah saya dan beserta keluarga saya ikut terdaftar?

Membaca blog fahmi yang mengatakan hak pemilihannya hilang karena rumah dia tidak disensus oleh pejabat setempat, begitu juga dengan komplek saya yang terletak di daerah slipi persis berseberangan dengan DPP Golkar yang selalu dijadikan POS oleh petugas Keamanan negara jika ada Wapres yang datang. Walaupun lokasi yang berdekatan sepertinya kita tidak mendapatkan sensus dari pihak kelurahan setempat.

Menurut RW tempat saya tinggal bahwa sensus yang digunakan adalah sensus pada saat pemilu nasional. Tetapi rumah dari pacar saya yang ada di kalibata mendapatkan stiker yang telah disensus oleh pejabat setempat untuk mengikuti Pilkada Jakarta.

Sebenarnya susah memang ketika harus belajar transparasi dan jujur dengan kondisi apa adanya. Sempat diberitakan fauzi bowo yang merupakan salah satu calon gubenur jakarta melakukan korupsi menggunakan dana APBN Daerah Jakarta untuk melakukan mensosialisasikan status calon gubenur DKI. Begitu juga dengan 3 Miliar yang dibahas bahwa fauzi bowo melakukan Money Politic untuk mengalahkan Rano “Doel” Karno.

Sekarang kita belajar hitung-hitungan kasar.

Pendapatan Dari Gaji LOH

1. Gaji Gubenur DKI Jakarta Berapa ? Misalkan Gaji Gubenur DKI adalah Rp.50.000.000 Sebulan Berarti Jabatan selama 5 Tahun Maka 5 X 13 X Rp.50 Jt  = Rp 3.250.000.000 ( 3 Miliar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

Pengeluaran MASA Promosi

1. Money Politik (Nyogok Rano “Doel” Karno) agar turun dari posisi calon gubenur Rp. 3.000.000.000 ( 3 Miliar Rupiah)

2. Spanduk Berwarna Rp.30.000 / Meter X 5 X 1000 Spanduk = Rp.150.000.000  (Seratus lima puluh juta).

3. Kaus untuk tim pendukung Rp.10.000 X Sablon Rp. 3000 X 1000 buah = Rp. 30.000.000.000 ( 30 Miliar Rupiah)

Jadi total Perkiraan biaya yang terlihat adalah Rp. 33.150.000.000 (Tiga puluh tiga Miliar 150 juta rupiah) saja.

Kalau dilihat dari gajinya saja sepertinya cukup jauh untuk balik modal. Apakah akan Korupsi, Nepotisme atau apakah yang akan dilakukan.  Mendengar dari informasi mengumpulkan dana berasal dari penggunaan jabatan seperti dewan penasehat dan lain lain yang mengumpulkan para pengusaha untuk sedikit memberikan sumbangan. Jika hal ini terjadi apakah ini tidak Korupsi?

Begitu juga dengan merangkapnya posisi fauzi bowo yang tidak fair dimana dia tidak melepaskan jabatan dia sebagai Wakil Gubenur untuk menjadi seorang calon gubenur, sehingga jabatan wakil gubenur tersebut sering dibawa untuk mempromosikan diri sendiri.

Kemaren pada saat ke PRJ terlihat sangat jelas sekali fauzi bowo memasang foto disemua sudut termasuk rompi parkir yang digunakan untuk mempromosikan. Sempat membaca spanduk yang besar bahwa tertulis hasil kerja sama PEMDA DKI JAKARTA dengan salah satu LEMBAGA ANTI NARKOBA yang memasang foto fauzi bowo tanpa ada hubungan dengan PEMDA DKI dan LEMBAGA NARKOBA.

Cukup aneh, tapi nyata di jutaan umat Jakarta yang mengunjungi PRJ Kemayoran. Mudah-mudahan hasil dari pemilihan gubenur Jakarta berhasil memilih Gubenur yang baik, bukan seorang pengekor dan mengakui hasil kerja dari gubenur sebelumnya dan juga seorang korupsi atau money politic dan juga berani untuk berbicara kenyataan di depan publik, bukan pendiam seperti mantan presiden Indonesia sebelumnya.

Hidup Demokrasi Indonesia.

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes