Google
Sany Asyari Blog - Indonesia

Jalan Dikiri dan Nyalakan Lampu Motor

Sany Asyari| January 9, 2007 11:31 am

Mulai tanggal 8 Januari 2007 Motor di Jakarta Wajib menyalakan Lampu dan di Jalur kiri. Tapi sudah 2 Hari ini motor tetap melewati jalur kanan. Ini siapa yang Salah?

Foto : Detik.com

Sejak Krisis Indonesia tahun 1998 semua orang secara bertahap selama 8 Tahun mulai mencari transportasi murah, yaitu MOTOR.  Tetapi jumlah motor di Jakarta sudah kelewat banyak, sampai plat nomor motor pun semakin panjang. (Etc: B 8888 SAN)

Memang motor merupakan kendaraan murah meriah dan untuk mendapatkan melalui jasa kredit pun sangat lah mudah, yaitu dari DP Satu juta hingga hanya dengan jaminan KTP saja.  Hal ini membuat imbas pergerakan ekonomi kecil.  Seperti : Cuci motor dengan Rp. 5000 yang menjamur. Penjualan Aksesoris motor, Harga Helm Naik hingga 200 % sampai dengan Rumah sakit dan dukun patah tulang menjamur karena mendapatkan jumlah pasien yang besar (Banyak kecelakaan).

Pata awal tahun 2007 ini Polisi membuat peraturan baru dengan mengatur agar motor menyalakan lampu di siang hari dan berjalan di Jalur kiri. agar mengurangi jumlah kecelakaan motor yang mencapai 1000 Motor (Data yang tercatat dan yang tidak tercatat bisa mencapati 1000 X nya).  Tapi tetap motor dijakarta tidak dapat di atur.

Dalam masa sosialisasi masyarakat biker (Sebutan untuk seluruh pengguna motor,termasuk dengan ojek) tetap menggunakan jalur kanan Kecuali ada Polisi (Selayaknya Domba yang Harus diatur selalu).   Dan Motor dimanapun juga tidak pernah mau diatur.  Memang Hal ini pernah diakui oleh beberapa teman saya yang merupakan Biker sejati mengikuti Gank motor Tiger di Jakarta.  Sebut saja dia Mr. R sebagai pembuka jalan acap kali membawa pentungan untuk meminggirkan mobil-mobil di depannya. dan Mr. M yang sebagai pemimpin rombongan milis motor tersebut mengatakan tidak semua motor bisa disiplin. Hal ini tergantung dari sifat individu masyarakat Indonesia yang Multisuku dan MultiEkonomi senta dasar pendidikan yang berbeda-beda.
Di Tahun 2010 biker di jakarta akan dibatasi geraknya. Untuk jalan-jalan protokol motor akan dilarang. Para Biker akan dipaksa menggunakan Buyway dan monorel untuk mobilitas mereka.  Mudah-mudahan hal ini dapat memperindah tampilan Jakarta, tidak seperti Vietnam yang penuh dengan motor.

Semoga peraturan ini dibuat bukan untuk meningkatkan posisi polisi sebagai organisasi terkorupsi melainkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Jakarta.

Regards,

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

6 Comments

  • At 2007.01.09 12:10, Saiful Adi said:

    Semoga warga yang kendaraan yang dimilikinya cuma motor (seperti saya) bisa punya mobil n bisa melewati jalan protokol… Amiiin.

    Doa in dong

    Saya berharap semoga kita semua penghuni Jakarta bisa taat aturan, kalo semua taat pasti enak and lancar. Yang report bila ada satu yang ngelanggar dibiarin, maka yang taat jadi iri, lah kebiasaan ini yang susah diaplikasikan di Wilayah kita.

    • At 2007.01.09 13:18, Sany Asyari said:

      Yah semoga saja semua orang memiliki mobil.
      Saya pribadi naik motor. Hanya saja masih ada trauma karena di tabrak taksi. Sehingga untuk sementara saya tidak naik motor.

      • At 2007.01.11 13:02, dion said:

        ya semoga peraturan itu menjadi salah satu pengendalian kemacetan khususnya di wilayah jakarta

        • At 2007.01.17 17:58, mBe said:

          Semoga para pengendara motor dapat tertib dgn segala peraturan lalin dan dapat lebih menghormati sesama pengguna jalan, udah tw jalanan skrg padat bgt yahh jgn di bikin tambah ruwet lah dgn tidak tertibnya para pengguna motor.

          • At 2007.01.30 14:16, V said:

            Percuma aja.

            Di Surabaya, yang kayak ginian dah ada duluan & udah dari 1 taun yg lalu. Pertamanya juga banyak polisi yg ngatur & semua orang pada patuh. Apalagi ada hadiahnya (undian tertib lajur kiri) yang ngadain salah satu harian top.

            Cuman hangat-hangat tahi ayam aja, bener tuh ada iklan : taat kalo ada ngawasin.

            • At 2007.02.01 16:16, Ujang said:

              Bule temen saya geleng-geleng kepala lihat ribuan motor di jalannan kota Bandung menyalakan lampu di siang hari. Saya jadi kaisinan, memang di kota-kota negara barat motor siang hari lampunya dinyalakan, akan tetapi disana motor ngan aya hiji dua, bahkan seharian keliling-keliling kota tara pasanggrok jeung motor-motor acan. Penting sekali di kota Tokyo, Newyork, Berlin motor ngahurungkeun lampuna bisi katabrak ku mobil nu cingsalieur di jalan mulus lebar jeung bebas macet, ari di urang geus jalan macet, asa nyolok mata buncelik lamun motor kudu ngahurungkeun lampuna, supaya kadeuleu ku pengendara mobil?
              Sigana Ieu kebijaksanaan teh hasil study banding pejabat ka luar negeri, tapi ceuleupeung lamun diterapkaeun di Indonesia nu motorna mayak. Nu jelas kecelakaan mah karena tingkah manusa nu teu disiplin.
              Tah sakitu weh Jang Dada.

              (Required)
              (Required, will not be published)