<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: HUKUM MEMAKAI KAIN DIBAWAH MATA KAKI (ISBAL)</title>
	<atom:link href="http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/</link>
	<description>Hanya Sepenggal Kisah Hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:51:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Jace</title>
		<link>http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/comment-page-1/#comment-73435</link>
		<dc:creator>Jace</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 12:03:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/#comment-73435</guid>
		<description>great info and very interesting.,Zacharias</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>great info and very interesting.,Zacharias</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewa el Badrie</title>
		<link>http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/comment-page-1/#comment-54755</link>
		<dc:creator>Dewa el Badrie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 21:13:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/#comment-54755</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr.Wb
Itukan hanya pemahaman anda saja, padahal sudah jelas hadis menerangkan bahwa yang dimaksud disini adalah Allah melarang manusia bersifat sombong karena pada masa itu sudah menjadi tabiat dari para pembesar quraisy memanjangkan jubahnya untuk membedakan dirinya dari rakyat jelata agar mereka disegani oleh masyarakatnya. oleh karena itu dalam &#039;ilat dalam hadist ini bahwa jika berpakain dengan tujuan menutup aurat bukan utk kesombongan supaya dianggap org terhormat atau supaya dianggap orang sholeh sama saja maknanya. Lagian pemahaman anda tentang Abu Bakar yg memanjangkan jubahnya malah dipelintir sbg sarungnya keddodoran, mangnya anda dapat riwayat dimana orang arab terutama pada masa rasulullah pakai sarung. Oleh karena itu saya harap anda tidak buta dalammemahami sesuatu, harus membaca secra cermat dan jika memang pemahaman anda sudah tidak biasa diubah jangan sekali-kali mengharamkan pendapat orang lain, kecuali ada Nash yang mengharamkannya dalam Al-Qur&#039;an. Semoga anda menjadi muslim yang bisa membawa rahmat bagi sekalian alam bukan memecah belah, nauzubillahi minzalik. Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb<br />
Itukan hanya pemahaman anda saja, padahal sudah jelas hadis menerangkan bahwa yang dimaksud disini adalah Allah melarang manusia bersifat sombong karena pada masa itu sudah menjadi tabiat dari para pembesar quraisy memanjangkan jubahnya untuk membedakan dirinya dari rakyat jelata agar mereka disegani oleh masyarakatnya. oleh karena itu dalam &#8216;ilat dalam hadist ini bahwa jika berpakain dengan tujuan menutup aurat bukan utk kesombongan supaya dianggap org terhormat atau supaya dianggap orang sholeh sama saja maknanya. Lagian pemahaman anda tentang Abu Bakar yg memanjangkan jubahnya malah dipelintir sbg sarungnya keddodoran, mangnya anda dapat riwayat dimana orang arab terutama pada masa rasulullah pakai sarung. Oleh karena itu saya harap anda tidak buta dalammemahami sesuatu, harus membaca secra cermat dan jika memang pemahaman anda sudah tidak biasa diubah jangan sekali-kali mengharamkan pendapat orang lain, kecuali ada Nash yang mengharamkannya dalam Al-Qur&#8217;an. Semoga anda menjadi muslim yang bisa membawa rahmat bagi sekalian alam bukan memecah belah, nauzubillahi minzalik. Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ridwan</title>
		<link>http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/comment-page-1/#comment-51204</link>
		<dc:creator>Ridwan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 04:43:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/#comment-51204</guid>
		<description>Permasalahannya bukan menaikan sarung atau celana panjang dibawah atau di atas maka kaki tapi kesombongan. orang yang menaikan kain sarung atau celana panjang diatas mata kaki atau pertengahan betis dengan tujuan ingin disebut sebagai orang yang taat dan menganggap orang yang melabuhkan sarungnya adalah perbuatan salah, maka orang tersebut termasuk pada kelompok orang-orang yang taklid terhadap suatu pemahaman kelompok tertentu. didalam memahami sunah Rosul diperlukan suatu pemahaman dan yang mendalam sehingga tidak salah dalam mengambil suatu istinbat hukum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahannya bukan menaikan sarung atau celana panjang dibawah atau di atas maka kaki tapi kesombongan. orang yang menaikan kain sarung atau celana panjang diatas mata kaki atau pertengahan betis dengan tujuan ingin disebut sebagai orang yang taat dan menganggap orang yang melabuhkan sarungnya adalah perbuatan salah, maka orang tersebut termasuk pada kelompok orang-orang yang taklid terhadap suatu pemahaman kelompok tertentu. didalam memahami sunah Rosul diperlukan suatu pemahaman dan yang mendalam sehingga tidak salah dalam mengambil suatu istinbat hukum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yayan</title>
		<link>http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/comment-page-1/#comment-738</link>
		<dc:creator>Yayan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2007 04:04:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sanyasyari.com/2006/12/28/hukum-memakai-kain-dibawah-mata-kaki-isbal/#comment-738</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.Wr.Wb.
Kalau dengan bercelana pendek tapi terbesit dihati bahwa ia termasuk ahli sorga atau ada sedikit keinginan untuk diakui sebagai penerus sunnah, apakah boleh?

Bercelana panjang (dibawah mata kaki, tidak menyentuh tanah) tapi dengan hati yang bersih, ikhlas, apakah termasuk orang yang berdosa besar?

Apakah benar seluruh hadits/sunah nabi SAW benar-benar shahih? Setahu saya, periwayatan hadits terputus lama, setelah pembakaran mushaf hadits oleh dua khalifah yaitu Abu bakr Asshiddiq ra dan Umar ibnul Khattab ra.

bahkan banyak dikatakan hadits/sunnah padahal hanya perkataan para sahabat dan tabi&#039;in.

Seperti kalimah &quot;Ashsholatu khairun minannaum&quot; pada sholat subuh, dll.

Mohon pencerahan.

Wassalamu&#039;alaikum.Wr.Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.Wr.Wb.<br />
Kalau dengan bercelana pendek tapi terbesit dihati bahwa ia termasuk ahli sorga atau ada sedikit keinginan untuk diakui sebagai penerus sunnah, apakah boleh?</p>
<p>Bercelana panjang (dibawah mata kaki, tidak menyentuh tanah) tapi dengan hati yang bersih, ikhlas, apakah termasuk orang yang berdosa besar?</p>
<p>Apakah benar seluruh hadits/sunah nabi SAW benar-benar shahih? Setahu saya, periwayatan hadits terputus lama, setelah pembakaran mushaf hadits oleh dua khalifah yaitu Abu bakr Asshiddiq ra dan Umar ibnul Khattab ra.</p>
<p>bahkan banyak dikatakan hadits/sunnah padahal hanya perkataan para sahabat dan tabi&#8217;in.</p>
<p>Seperti kalimah &#8220;Ashsholatu khairun minannaum&#8221; pada sholat subuh, dll.</p>
<p>Mohon pencerahan.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum.Wr.Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
