Chapter 1.6 Ethernet Fundamental
Sany Asyari| November 29, 2006 2:33 pm
Pada standar IEEE, layer 2 dibagi menjadi 2 :
Data Link | LLC
| MAC
1. LLC (Logical Link Control)
- Memungkinkan komunikasi (menghubungkan) dari layer 2 menuju ke protocol layer 3 (IP, IPX, Apple Talk).
- Memungkinkan multiple higher layer protocol untuk share single physical layer link.
LLC membawa 2 komponen pengalamatan :
- Destination Service Access Point
- Source Service Access Point
2. MAC (Media Access Control)
- - Berhubungan dengan cara host mengakses physical layer.
- 2 kategori MAC :
- - Deterministic (menentukan siapa yg boleh kirim, jadi tidak akan pernah terjadi collision) -> token passing
- - Non-deterministic (sistemnya/mengaturnya FIFO) -> ethernet
- Mac Address digunakjan untuk menghubungkan Layer 2 ke Layer 1
Pengalamatan pada layer 2 (MAC Address) merupakan flat addressing. MAC Address tersimpan dalam ROM.
MAC Address berukuran 48 bit (12 Hexa).
6 digit awal : OUI (Organization Unique Identifier)
6 digit akhir : product code.
Faktor mengapa collision pada jaringan dapat menjadi masalah :
- Delay makin besar, karena kerusakan data.
- Jumlah host yang banyak.
Bentuk2 frame :
1. Generic Frame (bentuk frame pada umumnya) :
| Start | Address | Type/length | data | FCS |
2. IEEE 802.3 Ethernet Standard (10 Mbps)
| Preamble | SFD | Destination | Source | length/type | data | FCS |
7 1 6 6 2 46-1500 bit 4 (bytes)
3. Ethernet II (100 Mbps, sudah sinkron. ada preamble supaya antar 10 Mbps & 100 Mbps bisa connect)
| Preamble | Destination | Source | length/type | data | FCS |
8 6 6 2 46-1500 4 (bytes)
Keterangan
Preamble -> bertugas melakukan sinkronisasi
SFD -> Start Frame Delimiter (menandakan start awal pengiriman data)
Destination -> Alamat MAC tujuan
Source -> Alamat MAC pengirim
Length -> panjang frame (64-1518 adalah batas ukuran frame) kalau terlalu kecil / terlalu besar : dibuang.
Data yang lebih kecil dari 46 akan ditambahkan dengan data kosong (namanya : Tag)
Type -> tipe suatu frame (IP / ICMP)
Data -> informasi dari frame (termasuk IP, dll dari layer atasnya)
FCS -> data integrity (pengecek bit / segelnya). Hasilnya harus sama antara sebelum & sesudah dikirim. -> pembagian biner
Proses Penerimaan Frame
Setelah menerima seluruh frame akan dilakuakn kalkulasi FCS. Hal ini dilakukan untuk men-check jika terjadi kesalahan pada data
Bit Time / NIC Delay : waktu yang dibutuhkan untuk mengirim sinyal sebesar 1 bit.
10 Mbps : 100 ns
100 Mbps : 10 ns
1 Gbps : 1 ns
10 Gbps : 0,1 ns
Slot Time :
- waktu sensing
- waktu yang dibutuhkan setelah terjadi collision untuk melakukan pengiriman ulang.
10/100 Mbps : 512 bit time
1000 Mbps : 4096 bit time
Interframing Space :
- minimum spacing between 2 non colliding frame
- diukur dari bit terakhir pada frame 1 menuju bit pertama pada frame 2
Ukuran Interframing Spacing = 96 bit time
10 Mbps = 9,6 ns
100 Mbps = 0,96 ns
1000 Mbps = 0,096 ns
10 Gbps = 0,0096 ns
Tipe-tipe collision :
1. Lokal : - packet < 64 byte
- terjadi pada local segment
2. Remote : - packet < 64 byte
- terjadi pada far end segment
3. Late : - packet > 64 byte
- frame sudah terkirim
- error handling ada di layer 4
Ethernet Error Source :
1. Jabber / long frame –> frame > 1518 byte
2. Short frame –> frame < 64 byte
3. FCS error --> data error
4. Alignment error –> timing error
5. Range error –> panjang frame tidak sesuai
6. Ghost –> masalah di preamble
Half Duplex -> pengiriman 1 arah
Full Duplex -> support pengiriman 2 arah
10 Mbps dapat berkomunikasi dengan 100 Mbps?
dapat. Dikenal dengan nama : Auto Negotiation.
cara : A dengan B :
A kirim NLP (Normal Link Pulse) ke B
B akan balas. Jika dia cuma support 10 Mbps, ia akan membalas dengan mengirim NLP lagi ke A.
Jika dia cuma support 100 Mbps, ia akan membalas dengan mengirim FLP ke A.
NLP digunakan untuk check status link.
Jika NLP berarti menggunakan 10 Mbps.
Jika FLP berarti menggunakan 10/100 Mbps.
NLP digunakan untuk check status link plug or unPlog, lalu akan dibalas dengan MLP atau FLP. Jika MLP maka kecepatan 10 Mbps, jika FLP makan bisa 10/100 Mbps terjadi secara periodik (setiap 10 Detik)
———————————————
CSMA / CD (Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection)
: Metode untuk pendeteksi tabrakan
- Digunakan pada ethernet environment
- pada lingkungan half duplex
- tidak mengenal adanya priority
Collision Domain (makin banyak makin bagus) :
- daerah tabrakan
- pada satu waktu cuma ada 1 device yang dapat melakukan pengiriman data
- collision domain dapat dipecah oleh device layer 2 & 3 (ingat : hub itu device layer 1, jadi tidak bisa memecah collision domain)
Broadcast Domain :
- daerah broadcast
- daerah dimana packet broadcast dapat diterima pada domain tersebut.
- broadcast domain dapat dipecah pada device layer 3
1. Collision Domain : 5. Broadcast Domain : 2
2. CD : 7. BD :5
3. CD : 10. BD : 7
Categories: Cisco-CCNA, Networking



















