Google
Sany Asyari Blog - Indonesia

Lebaran Idul Fitri 1427 H - 2006 M

Sany Asyari| November 2, 2006 3:11 pm

Tak terasa lebaran Idul Fitri sudah aku lewatkan bersama keluarga besarku semua. Memang acara terbahagia adalah mengumpul bersama seluruh keluarga besar. Acara ini pun berlangsung meriah dan Semarak.

Tak Terlepas dari saling maaf memaafkan, kita juga saling berbagi kesenangan dengan seluruh umat islam, baik dari menengah kebawah hingga menengah keatas.

Suatu Kultur Islam yang sangat komplek mengajarkan kita untuk membayar zakat, Yaitu membayar zakat untuk diri kita sendiri maupun membayar zakat harta yang kiita miliki selama setahun.

Dalam Tahun 2006 ini lebaran terpecah dalam melaksanakan sholat Idul Fitri, yaitu Sebagian melaksanakan hari senin dan sebagian dilaksanakan hari selasa. Hal ini terjadi berdasarkan perhitungan hisaf yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatakan bahwa pada hari senin terlihat tanda memasuki bulan syawal sebesar 2 % yang sebenarnya secara kasat mata tidak terlihat.

Untuk memperkuat suatu keputusan maka kami sekeluarga besar tetap mengambil berdasarkan keputusan pemerintah. Hal ini dilakukan karena jika suatu keputusan yang diambil harus ada penanggung jawab, untuk itu penanggung jawab terbaik adalah pemerintah. Sedangkan keputusan dari lembaga-lembaga lain kami tidak bisa melihat siapa yang akan bertanggung jawab dari keputusan ini.

Selain itu pula ada kejadian aneh yang terjadi, yaitu di Jombang terdapat fax yang menyatakan hari senin adalah hari Idul Fitri, setelah fax itu ditelusuri ternyata Fax itu adalah fax fixtif (Palsu). Ketika nomor fax tersebut dihubungi nomor itu ternyata bukan nomor lembaga, akan tetapi nomor rumah tangga yang terheran-heran karena nomor telpon rumah mereka tercantum dengan jelas di fax tersebut.

Back to acara Idul Fitri, setelah melaksanakan sholat di masjid blok B maka kami pun bersalam-salaman di dalam keluarga inti. Kemudian acara langsung menuju rumah pakde wono dan pakde lasmo yang rumahnya tidak berjauhan dari kami.

Setelah itu kita pun langsung dengan dengan 2 mobil (mobil keluarga pak lasmo dengan mobil keluarga pak mundir) menuju ke rumah pakde diro yang merupakan kakak tertua dari keluarga pak parno. Sesampai disana sudah ada keluarga pak marsudi yang merupakan anak terakhir dari keluarga pak parno. Sekedar silatuhrami dan makan kacang (kacang pakde diro terkenal dengan empuknya) dan kami pun langsung meluncur ke kebon (Yatim Piatu Tuna Netra Soeprapto Soeparno).

Disana kumpulah keluarga besar soeparno. Yang acara disana dilakukan dengan berkumpul, bercengkrama, bercanda dan berkarauke

Dalam acara ini berkumpul pula keluarga bude lasmi yang tempat tinggalnya di bandung datang kejakarta dengan kendaraan bermotor didampingi oleh Suami, Ewin beserta keluarga dan agung.

Yang ditengah itu Pakde Diro,

Kiri-Kanan : Pak marsudi, Pak Mundir dan Pak Lasmo

Pak marsudi yang senang guyong selalu bercanda ria diacara tersebut.

Pak Diro bernyanyi ria di acara ini.

Aka cucu dari Bude Lasmi yang sedang dipangku oleh Pakde Cipto sedang dibujuk pakde lasmo untuk pindah kepangkuannya.

Kiri Kanan : Wulan, Nina, bambang, mba yun, Suami Wulan dan anak-anak mbak yun.

Berhubung aka paling lucu dan cuek dia pindah terus dari pelukan kakek-kakeknya..

Kiri- Kanan : Arief, Aris, Adi, dan Bude Diro,

Belakang : Mas Tubi

Untuk Karaoke nya berikut ini adalah rekamannya

Pak Marsudi 1 & Pak Marsudi 2
Ibu Hartati

Pak Soelasmo

Pak Cipto

Pak Soewono

Pak Soediro & Pak Soediro 2

Setelah puas bernyanyi dan ketawa kamipun pamit dan langsung menuju kerumah Pakde Narto (Suami dari Alm. Bude Lastri) di Tangerangdan dilanjutkan ke rumah Pakde Mursid di bukit duri…

EH Ternyata ada yang nyolong duit nih Rp. 1 Jt dalam bentuk Rp. 1000 an

Lumayaaaan…

Kemudian Esok Harinya kita naik kereta menuju Jombang untuk pulang kampung.

Regards,

Sany Asy’ari, S.Kom

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)
2007022802390425