Google
Sany Asyari Blog - Indonesia

Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)

Sany Asyari| September 26, 2006 10:29 am

Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)

TCP/IP: protokol dan model referensi

Dalam komunikasi antara dua atau lebih network device diperlukan sebuah standar yang saling dimengerti satu sama lain layaknya sebuah bahasa bagi manusia agar dapat berkomunikasi dengan baik antara satu sama lain. Dalam sebuah network istilah “bahasa� tersebut disebut dengan protokol. TCP/IP sendiri sebenarnya mengacu kepada sekumpulan set protokol yang terdiri dari dua protokol utama: Transmission Control Protocol dan Internet Protocol. TCP/IP memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer yang memiliki perbedaan karakteristik dari segi hardware ataupun software.

Model TCP/IP dikembangkan pertama kali oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (U.S. Department of Defense – DoD) dengan tujuan membangun jaringan yang dapat bertahan pada segala kondisi. Sejak saat itu TCP/IP dijadikan model dasar yang terus digunakan dan sekarang menjadi sebuah standar yang umum digunakan, seperti internet yang dibangun dengan model dasar TCP/IP tersebut.

Tingginya popularitas dari protokol TCP/IP tidak terjadi begitu saja, atau karena untuk tersambung ke internet diperlukan protokol TCP/IP. Hal ini lebih disebabkan oleh karena protokol TCP/IP mampu memenuhi kebutuhan komunikasi yang diperlukan pada saat yang tepat, dan karena mereka memiliki fitur-fitur penting yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut (Hunt, 2002):

1. Merupakan open protocol standard, tersedia secara bebas dan dikembangkan terlepas dari perangkat keras komputer dan sistem operasi. Karena dukungan yang luas inilah, TCP/IP sangat ideal untuk menyatukan berbagai perangkat keras dan lunak komputer yang beraneka ragam.

2. Indepeden dari perangkat keras jaringan yang khusus. Hal ini memungkinkan penyatuan dari berbagai macam jenis jaringan. TCP/IP dapat dipakai diatas Ethernet, koneksi DSL, dial-up line, dan semua jenis medium transmisi fisik lainnya.

3. Memiliki skema pengalamatan yang memungkinkan setiap TCP/IP device dapat dikenali secara spesifik walaupun berada dalam jaringan yang sangat besar seperti internet.

Sebagai sebuah protokol TCP/IP juga memiliki model referensi sendiri yang terdiri dari empat layer: application layer, transport layer, Internet layer dan network access layer; dengan keterangan sebagai berikut (Cisco System, 2003):

1. Application Layer

Layer ini berfungsi untuk menangani high-level protocol, masalah representasi data, proses encoding, dan dialog control; yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar aplikasi jaringan. Layer ini berisi spesifikasi protokol-protokol khusus yang menangani aplikasi umum seperti Telnet, File transfer protocol (FTP), Domain Name System (DNS), dan lain-lain.

2. Transport Layer

Layer ini menyediakan layanan pengiriman dari sumber data menuju ke tujuan data dengan cara membuat logical connection antara keduanya.. Layer ini bertugas untuk memecah data dan membangun kembali data yang diterima dari application layer ke dalam aliran data yang sama antara sumber dan pengirim data. Layer ini terdiri dua protokol yaitu TCP dan UDP. Protokol TCP memiliki orientasi terhadap reliabilitas data. Sedangkan protokol UDP lebih berorientasi kepada kecepatan pengiriman data.

3. Internet Layer

Layer ini memiliki tugas utama untuk memilih rute terbaik yang akan dilewati oleh sebuah paket data dalam sebuah jaringan. Selain itu, layer ini juga bertugas untuk melakukan packet switching untuk mendukung tugas utama tersebut. Layer ini terdiri dari Internet Protocol (IP), Internet Control Message Protocol (ICMP), Address Resolution Protocol (ARP), Reverse Address Resolution Protocol (RARP).

4. Network Access Layer

Layer ini bertugas untuk mengatur semua hal-hal yang diperlukan sebuah IP packet agar dapat dikirimkan melalui sebuah medium fisik jaringan. Termasuk di dalamnya detil teknologi LAN dan WAN. Contoh protokol pada layer ini adalah standar protokol modem PPP dan SLIP, termasuk juga driver perangkat keras yang diperlukan untuk mengenali sebuah perangkat jaringan.

Transmission Control Protocol (TCP)

TCP merupakan bagian dari protokol TCP/IP yang digunakan bersama dengan IP untuk mengirim data dalam bentuk unit-unit pesan antara komputer ke internet. Pengiriman data ini dapat terjamin karena TCP memiliki dua proses data acknowledgement: retransmisi dan sequencing dimana TCP selalu meminta konfirmasi setiap kali selesai mengirim data, apakah data telah sampai di tempat tujuan. Kemudian TCP akan mengirimkan data urutan berikutnya atau melakukan retransmission yaitu pengiriman ulang data tersebut. Data yang dikirim dan diterima diatur berdasarkan nomor urut. TCP juga mengawasi unit data individual atau dikenal dengan nama paket, dimana pesan-pesan dibagi untuk efisiensi routing melewati internet (Gilbert, 1995).

Protokol TCP bertanggung jawab untuk pengiriman data dari sumber ke tujuan dengan benar. TCP juga bertugas mendeteksi kesalahan atau hilangnya data dan melakukan pengiriman kembali sampai data yang benar diterima dengan lengkap. TCP menyediakan pelayanan seperti connection oriented, reliable, byte stream service. Connection oriented berarti dua aplikasi pengguna TCP harus melakukan pembentukan hubungan dalam bentuk pertukaran kontrol informasi sebelum transmisi data terjadi untuk dapat melakukan pertukaran data tersebut. Reliable berarti TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi. Byte stream service berarti paket dikirimkan dan sampai ke tempat tujuan secara berurutan.

Susunan paket protokol TCP (Cisco System, 2003)

Internet Protocol (IP)

IP adalah protokol pada TCP/IP yang mengatur bagaimana suatu data dapat dikenal dan dikirim dari satu komputer ke komputer lain sampai ke tujuan dalam suatu jaringan komputer. IP memiliki karakteristik sebagai connectionless protocol. Ini berarti IP tidak melakukan error-detection-and-recovery dan pertukaran kontrol informasi (disebut juga “handshake�) untuk membangun sebuah koneksi sebelum mengirim data. Sebuah koneksi baru akan terjadi apabila proses handshake tersebut dilakukan, sehingga dalam hal ini IP bergantung pada layer lainnya untuk melakukan handshake tersebut (Hunt, 2002).

Menurut Hunt (2002) IP memiliki lima fungsi utama dalam sebuah jaringan berbasiskan TCP/IP:

1. Mendefinisikan paket yang merupakan unit dasar transmisi di internet.

2. Mendefinisikan skema pengalamatan internet.

3. Memindahkan data antara Transport Layer dan Network Access Layer.

4. Melakukan routing paket.

5. Melakukan fragmentasi dan penyusunan ulang paket.

Sebuah paket IP terdiri dari data-data yang berasal dari layer di atasnya ditambah dengan IP header. Berikut susunan dari sebuah paket IP:

Gambar 2.4 Susunan paket IP (Cisco System, 2003)

Pada jaringan komputer yang berbasiskan TCP/IP, setiap perangkat keras yang ingin berkomunikasi, memiliki sebuah alamat yang unik yang panjangnya 32 bit pada setiap network interface yang dimilikinya. Alamat unik ini dikenal dengan nama IP Address. IP Address terbagi menjadi 4 bagian dimana setiap bagiannya terdiri atas 8 bit yang disebut octet dan dibatasi dengan tanda titik (“.�) untuk memudahkan pembacaan.

Pengalamatan IP terdiri dari dua bagian yakni bagian network number dan host number. Bagian yang menjadi network number dan host number diketahui dari pembagian kelas IP. Kelas IP dibedakan pada ukuran dan jumlahnya. Pengalamatan IP diatur oleh ARIN (American Registry for Internet Numbers). Pengalamatan IP terbagi dalam lima kelas yaitu:

1. Kelas A

Kelas A merupakan kelas yang memiliki jumlah host number terbanyak, sehingga kelas ini memiliki jumlah network interface terbanyak yang dapat ditampung. Kelas ini biasa digunakan oleh perusahaan yang memiliki jaringan dalam skala yang besar. Alamat IP pada kelas A dimulai dari 1.0.0.0 sampai 126.255.255.255.

2. Kelas B

Kelas B memiliki 2 octet host number yang memungkinnya untuk menampung 65534 network interface pada sebuah subnet. Alamat IP kelas B digunakan untuk jaringan dengan skala menengah. Alamat IP pada kelas B berkisar antara 128.0.0.0 sampai 192.167.255.255.

3. Kelas C

Kelas C memiliki 1 octet host number yang memungkinkannya untuk menampung 254 network interface pada sebuah subnet. Kelas ini memiliki jumlah network interface yang paling sedikit dan juga paling banyak untuk jaringan berskala kecil. Alamat pada kelas C dimulai dari 192.168.0.0 sampai 223.0.0.0.

4. Kelas D

Kelas D merupakan kelas khusus yang tidak dapat dipakai oleh publik karena satu blok kelas ini khusus dipakai untuk keperluan multicast. Multicast adalah jenis transmisi layaknya broadcast, namun dalam skala yang lebih kecil dan dapat ditentukan.

5. Kelas E

Kelas E adalah kelas IP yang tidak digunakan dan khusus disimpan dengan tujuan sebagai kelas cadangan untuk keperluan di masa mendatang.

Gambar 2.5 Struktur kelas IP (Cisco System, 2003)

Selain pembagian menurut alamat yang mampu ditampung, IP address juga dibagi menjadi dua macam berdasarkan pemakaiannya di internet:

1. Private IP address

Private IP address adalah alamat IP yang digunakan oleh sebuah komunitas, baik itu rumah ataupun sebuah perusahaan, yang tidak tersambung langsung ke internet. Alamat IP ini tidak bisa berkomunikasi langsung dengan komputer lain pada jaringan internet, sehingga untuk dapat berkomunikasi dibutuhkan perantara yaitu Internet Service Provider (ISP) yang menyediakan jasa layanan internet. Range private IP address bergantung dari jenis kelas IP:

Kelas A : 10.x.x.x

Kelas B : 172.16.x.x s/d 172.31.x.x

Kelas C : 192.168.x.x

Keterangan: x adalah nomor mulai dari 0 sampai 255.

2. Public IP address

Public IP address adalah alamat IP yang digunakan untuk berkomunikasi antar komputer yang tersambung secara langsung dalam jaringan internet. Jenis IP address banyak digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) dan lembaga-lembaga dunia yang mengatur lalu-lintas di internet. Range alamat yang dimiliki oleh public IP address adalah semua alamat IP selain yang berada dalam range private IP address dan IP loopback (127.x.x.x).

 

 Regards,

Sany Asy’ari, S.Kom

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

4 Comments

  • At 2007.03.21 19:24, bento said:

    cara susunan cabel untuk LAn gimana maklum saya gak tau tahap pembelajaran

    • At 2007.03.23 07:43, Sany Asyari said:

      @bento
      Untuk urutan kabel anda bisa melihat di
      http://sanyasyari.com/2006/11/03/chapter-13-network-media/

      • At 2007.04.15 19:28, maya said:

        untuk proses pengiriman dan penerimaan data pada protokol TCP/IP gmn yah? kalo bisa dengan gambarnya juga.
        Ini untuk laporan skripsi saya. hari ini bisa tidak ya, besok uda kumpul.uda cari ga ketemu.
        thx..

        • At 2008.01.18 18:59, Ato Bralink said:

          Numpang nanya dong,…
          Kalau untuk menghubungkan dari Kelas C ke Kelas C yg lain bisa apa tidak ya..? Misal dari 192.168.0.X ke 192.168.9.X, apakah bisa hanya dengan mengganti Subnet Mask dengan 255.255.240.0
          Terima kasih…

          (Required)
          (Required, will not be published)